Lijit + Publishers = Even More Money

This week, Lijit has released the latest version of our ad platform. The two key features for this release are the introduction of commissions that will be paid to publishers for advertiser referrals, and the launch of our closed beta program for ad placement on the content pages of our publishers.

Publisher Commissions

Publishers will earn commissions in two ways for referring advertisers who create keyword search ad campaigns. Direct referrals are made by publishers who send the link found on the “Sell Your Ad Inventory” tab to an advertiser who builds a campaign. Indirect referrals are made when an advertiser clicks on the “Advertise Here” link found on the Lijit Search Results and creates a campaign. In each case, Lijit will pay the referring publisher a commission for each valid click. The amount that publishers earn for clicks on their search results page is unaffected by the commission structure.

Content Page Ad Placement

To provide publishers with additional ways to monetize their sites, we are building upon our existing ad platform to offer publishers the ability to place ads on the content pages of their sites. Publishers will have the ability to choose between placing text ads or image ads on their sites, and what size they want their ads to be.

Publishers will be compensated on a CPM (cost per thousand impressions) basis, meaning that the publisher’s account will be credited based on page views, rather than clicks. Before opening this up to everyone, Lijit is going to run a closed beta program, so that we can gather real feedback from real publishers that we will use to optimize the publisher experience. If you would like to participate in the beta program, please click here.

Please keep an eye out for more information about Lijit’s program for content page ad placement and how you can participate.

Ngobrol Seputar Bisnis Online

Ngobrol Seputar Bisnis OnlineNgobrol Seputar Bisnis Online kali ini saya tidak sendirian tapi ditemani oleh sahabat saya blog bayi yang baru lahir dengan teknik semi auto blog yaitu butik online , blog bayi yang belum mempunyai kekuatan dan juga lemah backlink ini sedang berjalan sendirian dan melakukan semi auto blog. Semoga bisa menghasilkan satu dua rupiah dari bisnis online yang sedang digelutinya.

Ngobrol Seputar Bisnis Online memang cukup cocok diposting di blog ini, karena kebetulan blog ini lebih banyak membahas tentang bisnis online dan hal-hal yang berhubungan dengan mendapatkan uang dari blog ataupun mencari uang lewat internet.

Akan tetapi obrolan bisnis online pagi ini hanya akan diisi oleh cuap-cuap tidak berguna sebagai pembukaan untuk postingan-postingan selanjutnya yang kira-kira bisa membuat blog yang disundul masuk ke rangking seribu besar di kata kunci ngobrol seputar bisnis online. Karena saya tidak begitu mengerti bagaimana caranya memberikan optimasi bagi blog yang sedang dikuatkan mendingan saya mencari referensi yang berhubungan dengan bisnis online.

Online Trading Gembungkan Pendapatan Broker

TREN sistem online tranding atau perdagangan bursa jarak jauh belakangan ini telah membuat sejumlah perusahaan sekuritas atau broker mendulang keuntungan.

Kemudahan yang ditawarkan oleh sistem online trading, banyak disukai oleh investoruntuk menanamkan modalnya ke pasar saham dan melakukan transaksi berulang-ulang dalam setiap harinya. Dengan demikian, jumlah ransaksi harian di Bursa Efek Indonesia (BEI) pun meningkat. Rata-rata nilai transaksi harian BEI, hingga akhir September 2009, mencapai Rp 4,04 triliun. Bisnis inti brokerage adalah perantara perdagangan saham.

Pendapatan mereka berasal dari jasa transaksi yang mereka lakukan setiap hari di lantaibursa. Jadi dengan meningkatnya nilai transaksi, pendapatanbroker dari biaya transaksi otomatis meningkat. Tingkat pendapatan dari biaya transaksi biasanya diukur dari jumlah frekuensi perdagangan. Dari parameter itu, ETradingSecuritiesmenempati urutan pertama yang membukukan rekuensi paling banyak dari 117 broker dengan jumlah transaksi 3,22 juta kali.

Kemudian ada Indopremier Securities yang menbukukan frekuensi transaksi sebanyak3,21 juta kali, PhilipSecurities1,38 juta kali, BNI Securities 1,34juta kali, dan Trimegah Securities mencapai 1,31 juta kali. Dari total jumlah nilai transaksi, Danareksa Sekuritas tercatat sebagai broker terbesar selama 2009 dengan nilai 77,68 triliun rupiah. Disusul CLSA Indonesia dengan nilai transaksi sebesar 70,95 triliun rupiah, Credit Suisse SecuritiesIndonesia sebesar 70,19 triliun rupiah,Kim Eng Securities sebesar 69,98 triliun rupiah, dan CIMB Indonesia senilai 68,52 triliun rupiah.

Hingga akhir Oktober, indeks harga saham gabungan (IHSG) telah naik 64,73 persen. Bahkan bila diukur dari IHSG terendah yang pernah terjadi selama satu tahun terakhir, IHSG tercatat naik 112,73 persen. Penguatan IHSG ini tercatat sebagai salah satu yang paling tinggi dibanding dengan bursa-bursa lain di dunia.

Ini bisa sedikit menggambarkan betapa semaraknya perdagangan saham di lantai bursa kita. Hingga akhir tahun, berdasarkan konsensus sejumlah analis, IHSG diperkirakan masih berpotensi ditutup pada level 2.500 poin. Dengan demikian, kinerja perusahaan efek hingga akhir tahun diperkirakan masih cukup baik dan bisa sedikit menutupi keterpurukan yang terjadi pada krisis akhir 2008 silam.